Recent Comments
Loading...
Recent Comments

Anjing

23 October 2011

Kawanan Anjing

Saya tidak sedang mengucapkan kata sumpah serapah. Saya tidak sedang ngomong jorok. Saya hanya ingin membahas tentang seekor hewan. Hewan yang namanya santer sering terlontar dari mulut orang yang kecewa, kaget, ataupun marah sebagai sebuah umpatan. Anjing... namamu semerdu gonggonganmu :D

Hewan yang satu ini sedang jadi momok pembicaraan orang-orang belakangan ini di sekitarku. Semalam telah terjadi pengeroyokan dua ekor anjing kepada seorang manusia yang sedang lari malam. Yaa…lari malam alias jogging di malam hari. Sepertinya bisa dibilang kurang kerjaan melakukan jogging di malam hari. Tetapi aktivitas ini termasuk salah satu aktivitas favorit di lingkungan di mana saya berada. Bukannya pagi hari atau sore hari adalah waktu yang kurang tepat untuk jogging, tetapi karena suhu udara di pagi hari atau sore hari yang kadang sangat tidak bersahabat, ditambah aktivitas di siang hari yang memerlukan tenaga ekstra, maka kebanyakan orang-orang yang mau melakoni aktivitas jogging pun menggeser jadwal jogging-nya di malam hari.

Mungkin si anjing merasa jadwal mainnya sedang diganggu oleh si pelari, atau bisa saja si anjingnya sedang kelaparan, dan yang berlari pun dianggap tulang oleh si anjing sehingga kesempatan ini tidak disia-siakan oleh si anjing untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka terjadilah pengeroyokan ini. Mungkin juga si anjing memang tipe anjing iseng alias anjing gila yang gemar bertarung ataupun sensitif terhadap semua pergerakan yang terjadi di sekitarnya. Maka demi alasan melindungi diri dari serangan bahaya, ada baiknya si anjing menyerang objek bergerak itu terlebih dahulu.

Pertarungan sengit antara dua ekor anjing dengan seorang atlit lari pun berakhir dengan tragis bagi si korban. Celana sobek, bekas gigitan menganga di sekitar paha bagian dalam, ditambah luka lecet lainnya pada kulit akibat gesekan badan dengan tanah yang dialami oleh si atlit setelah bergulat sengit dengan si anjing. Sedangkan si anjing dan kawanannya pun hanya memperdengarkan gonggongannya sambil berlalu. Entah si anjing merasa menang atau kalah dalam pertarungan itu. Mengingat, semua orang tak ada yang tahu jenis anjing yang menyerang si korban itu, maka demi alasan kesehatan, si korban pengeroyokan ini pun harus rela mendapatkan beberapa suntikan vaksin rabies di tubuhnya.

Kabar ini pun terdengar di telinga orang-orang di lingkungan si korban. Perburuan anjing yang dicap gila pun dimulai, hidup atau mati. Esok hari jadi ajang razia dan balas dendam terhadap si anjing. Satuan keamanan dengan senapan anginnya. Manusia berpakaian sipil dengan kayu pemukul anjingnya. Intinya, hewan yang bernama si anjing harus enyah dari lingkungan ini. Entah bagaimana cara membedakan anjing normal dengan anjing gila. Tetapi kenyataannya, hari itu semua yang tampak seperti anjing menjadi korban keganasan razia ini.

Suara letupan senapan angin terdengar beberapa kali hari itu, diiringi dengan suara kaisan ataupun gonggongan-gonggongan kecil dari si anjing yang sekarat meratap kena tembakan. Rasa iba orang-orang pada hari itu sedang mengkerut di dalam kalbu masing-masing. Si anjing yang belum tentu pelaku pengeroyokan pun harus menjadi korban dari aksi balas dendam ini. Anjing-anjing lainnya yang sudah mendengar aksi ini tetapi belum menjadi korban, segera mengamankan diri di tempat persembunyian masing-masing menunggu waktu yang aman untuk bisa bersahabat kembali dengan para manusia.

Akibat peristiwa ini, semua orang di ultimatum untuk tidak meninggalkan makanan bagi hewan-hewan yang ada di sekitar, seperti kucing misalnya. Hewan yang satu ini adalah musuh besar si anjing, yang telapak kakinya selalu berkeringat ketika mendengar gonggongan si anjing. Tetapi, karena ia mempunyai keahlian yang lebih dalam menjilat manusia, maka bisa dikatakan si kucing lebih bisa menjadi sahabat bagi manusia. Karena efek dari menjilat ini, si kucing sering mendapatkan makanan sisa dari manusia, yang terkadang juga tak pernah dihabiskan atau ditinggal begitu saja oleh si kucing. Karena alasan keteledoran si kucing yang tidak menghargai makanan sisa manusia ini bisa mengundang si anjing untuk berkunjung dan menikmati makanan sisa itu. Selain menghabiskan makanan sisa ini, si anjing ditengarai bisa dengan leluasa melancarkan aksi penyerangannya kepada orang-orang di sekitarnya. Cuma karena perbuatan si anjing, semua orang di lingkungan ini harus berlaku bengis tanpa kenal kasihan kepada semua binatang.

Selain ultimatum pemberian makanan itu, semua orang juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas joggingnya di malam hari demi keselamatan diri sendiri, ataupun berjalan sendirian di malam hari. Karena si anjing beraninya main keroyokan, maka sebaiknya jika ingin melakukan aktivitas di malam hari, hendaknya ditemani seorang kawan sehingga si anjing mendapatkan lawan yang seimbang untuk bertarung. :))

Anjing… hewan yang satu ini sungguh ajaib. Ia lebih sering terlihat ngos-ngosan dengan lidah yang selalu menjulur layaknya seorang pelari marathon yang telah mencapai garis finish. Jalannya lebih sering mengendus jalan yang akan dilaluinya. Entah apa yang dicarinya selain makanan. Gonggongannya pun bisa membuat ciut mereka yang mendengarnya untuk mendekatinya. Sesekali juga giginya yang tajam-tajam diperlihatkannya hanya untuk menampakkan kegarangannya sebagai salah satu predator yang setiap saat bisa menerkam mangsanya. Tetapi, dibalik tampang sangar itu, ia bisa menjadi seorang pelindung bagi tuannya dan rumah tuannya. Untuk anjing-anjing tertentu pun, endusannya bisa dipakai sebagai sebuah alat pelacak oleh aparat keamanan. Dan walaupun si anjing dikaruniai dengan berbagai macam kelebihan untuk membantu manusia dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya, beliau pun harus rela dicap sebagai hewan najis.

Logikanya, si anjing yang sudah mengenal lingkungannya sebenarnya akan bersahabat dengan lingkungannya itu, selama keamanan si anjing tidak diganggu oleh makhluk-makhluk lainnya di lingkungan itu. Tetapi kenyataannya, hal ini belum tentu benar, karena perilaku si anjing terkadang juga bisa berubah-ubah alias plin-plan seperti manusia pada umumnya. Ah.... tak berbakat diriku membahas tentang psikologi anjing (Psikologi tentang anjing maksudnya) :D

Saya teringat perkataan guru biologi di SMA saya kalau anjing itu tidak bisa belok kiri (lupaa... kiri atau kanan) :D. Jadi, kalau lagi dikejar anjing, usahakan untuk berlari sambil mengambil haluan untuk berbelok ke kiri, jadi si anjing tidak akan bisa mengikuti si korban, karena si anjing tidak bisa belok kiri. Dan kalau lagi sial, ketemu anjing yang paling lihai belok kanan secepat kilat, saya mau ucapkan selamat, anda harus rela menjadi korban :)). Teori ini sudah mengendap cukup lama di pikiran saya dan belum pernah saya lihat buktinya sampai saat ini, karena kebanyakan mereka yang menjadi korban dikejar anjing, akan berakhir dengan tragis bagi si korban. Saya pun tak mau membuktikannya sendiri karena saya juga termasuk salah seorang yang parno terhadap anjing, dan pernah menjadi salah satu korbannya juga waktu sebelum mengetahui teori itu :D. Ada yang mau membuktikan teorinya??? :))

Source Pic: Random Taken From Google

29 comments

Reply Delete

m.e.n.g.e.r.i.k.a.n
kasihan :( ternyata hewan tipe setia itu bisa memakan korban juga.

Hah :o yang bener gak bisa belok kiri? tapi boro-boro mikir belok, pas berlari saja udah panik luar biasa :D masih untung kalau cepet kalau tidak(?) ugh..
*saya takut anjing

Reply Delete

Saya takut anjing, saya takut deh dengan postingan ini...

Tapi semakin saya membaca kata demi kata sepertinya saya diarahkan pada peristiwa yg sedang marak diberitakan belakangan ini. entahlah yah... postingan ini berasa seperti perumpamaan. Saya sotoy, memang sih :)

Well tulisannya ngalir bgt. Jd walau panjang bcanya tetap enak. selamat pagi sam, dari syam :)

Reply Delete

wah serem juga ya :O
atau larinya sambil zig zag aja kayak ngehindarin babi hutan :P

Reply Delete

Kebayang sih gimana paniknya saat dikejar anjing dan diserang pula secara membabi buta. Serem... :(

Reply Delete

hahahahaha, awal2nya serius, tapi makin kebawah makin lucu aja Sam.. :))

ayoo dong, segera buktikan teorimu.. kan lumayan ntar kalo berhasil bisa untuk senjata orang2 yang takut anjing..

Reply Delete

kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

*guek juga takut anjing
**hahahah

Reply Delete

hahahhahahh... memang korslett..
paling jago psikologi anjing. hihihi

harusnya di bagian terakhir tulis begini:
"bermasalah dgn anjing, hubungi saya (baca: yg empunya blog)". wkwkwkkwkwkkk...

Reply Delete

Wkawkawkak ada-ada aja nih.
Tapi serius tuh gak bisa belok kiri ?
nanti saya praktekin kalau gagal gimana ?
ada asuransinya gak nih mas sam ?
hahaha :D
Anjing memang kata yang sangat sensitif ditelinga sebagian orang.

Reply Delete

kalo ampe kayak diatas kejadiannya, sepertinya itu anjing gila. agresig soalnya..
semoga kejadian serupa ga terjadi lagi ya kakak.. :)

Reply Delete

mengerikan..jadi merinding nih dengernya..
semoga gak terjadi lagi..

Reply Delete

ngeri bacanya, sekaligus kasian, baik itu sama manusianya maupun anjingnya...walo saya benci dan takut berat sama anjing, tapi kalo denger anjing dibantai saya juga ikut kasian..

Reply Delete

Saya by random membaca tulisan anda. Sebenarnya anjing tidak akan menyerang begitu saja, kecuali dia merasa terancam. Memang seringkali anjing liar suka mengejar orang2 yang lalu lalang dgn sepeda maupun sepeda motor, namun tidak dengan maksud menyerang, biasanya anjing hanya penasaran, iseng ingin bermain, atau "mengusir" dari "daerah kekuasaan" mereka.
Dan anjing2 liar itu seharusnya tidak ada apabila manusia-manusia yg memelihara bertanggung jawab, dengan tidak asal membiakkan, lalu melepas ke jalanan ketika sudah bosan terhadap peliharaannya.
Jika kita bergerak dengan tenang(jangan melangkah ragu, karena menunjukkan rasa terancam anda), umumya anjing tidak akan mengganggu.
Terima kasih..

Reply Delete

Saya cuma bercerita seperti kenyataan yang saya lihat mas, dan pengetahuan tentang anjing yang saya tuliskan hanyalah sebatas yang saya tahu saja ketika menuliskannya...

wow... terima kasih atas ilmu tentang perilaku anjing nya...

Reply Delete

hahahah... setianya itu tanda tanya besar. Kalo gilanya datang siapapun bisa jadi korban.. :D

kalo teori itu sih, asli saya lupa banget, ga tau kiri atau kanan, tapi feelingku sih kiri.. jadi coba dipraktekin aja yaaa kalo lagi dikejar anjing.. :)) ga usah panik.. :D

Reply Delete

Selamat malam syam... :)

wah wah... ada apa dengan postingan ini sampai takut...?:D kalo tentang tulisan ini adalah fiksi atau bukan, aku kembalikan ke pembacanya untuk menilai :D

ngalir, panjang dan enak bacanya...?? kembali menuai pujian lagi diriku... :D terima kasih yaaaa...

**manggil nama sendiri ke orang lain serasa aneh gaaa yaa??:D**

Reply Delete

lari sambil zig-zag ketika dikejar anjing??? :)) bisa jadi santapan anjing duluan kalo gitu korbannya hahaha...tapi saya juga ga tau itu teori bener atau tidak, soalnya belum terbukti kebenarannya.... mau nyobaaa??? :D entar kasih tau hasilnya yaaaa...:))

nb: kayanya ada yang berpengalaman nih dikejar babi hutan...hahah kapan-kapan cerita yaaa di blognya..:))

Reply Delete

idih sam :( moga aku gak usah praktekin deh. daripada daripada :)) lebih baik lebih baik :D

Reply Delete

yaahhh... padahal berharap bisa mempraktekkannya, supaya bisa membuktikan teori itu bener atau tidak :D biar ga penasaran lagi ama teori itu hahahah...=))

Reply Delete

hahaha.. iyaaa, paniknya juga mungkin bikin kita ga bisa mikir lagi harus ngelakuin apa selain menghindar dengan brutal jugaa..:))

Reply Delete

hahahaha =)) praktekin sendiri sam~ aku angkat tangan deh :)) kalau udah tahu, postingannya di-update yaaa, fufufufufu ;))

Reply Delete

iyaaa...entar saya update kalo sudah ada pembuktiannnya dari diirmu..:D

Reply Delete

hahaha... ga ahh.. lebih baik saya penasaran ama teori itu daripada saya harus membuktikannya sendiri...:D

Reply Delete

samaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

gue juga takut anjingggg.........:))

Reply Delete

Udah ditulis ga berbakat malah dibaca paling jagoo X-(....

wkwkwkkw.. tapi endingnya ituuu, kata "hubungi saya" kok jadi ngebayangin dirimu yaaaa.... :))

Reply Delete

teorinya sih serius, cuman ga tau ga bisanya itu belok kiri atau kanan...lupa soalnya..:D

kalo dipraktekin dan gagal, entar kita buat teori baru yang lebih benerr.. :)) Resiko tanggung sendiri, ga ada asuransi-asuransian, harus ikhlas jadi kelinci percobaan ..:D

iya sih kata yang sangat sensitif, ga tau awalnya darimana. Sekali mendengarnya aja, konotasinya langsung burukk..

Reply Delete

ga tau anjing gila atau anjing kelaparan, tapi setelah kejadian itu, sepertinya tak ada kejadian serupa lagi...

Reply Delete

mengerikan, merinding?? emang cerita ini horror banget yaaa...:D semoga saja tak terjadi lagi..

Reply Delete

kasian, benci, kasian,hahahaha... komentarnya kok bisa serba salah gitu yaa?? :D

Reply Delete

kasihan gitu om beneran ga tega ane
sekalian ijin nitip bl om sun adventure

Post a Comment

˙˙˙buıɥʇǝɯos ʎɐs