Recent Comments
Loading...
Recent Comments

Pulaumu, Pulauku, Pulau Sepanjang

26 June 2011


Apa kabarmu kawan di sana?? Tiba-tiba aku teringat padamu, pada dusunmu, pada hutan bakau dan alam di tempatmu. Ada tawa dan canda yang kita lahirkan. Ada keringat yang kita keluarkan, dan semoga semuanya tak berujung sia-sia. Mungkin laju perkembangan zaman semakin meninggalkanmu. Mungkin 3 bulan bukan waktu yang sebentar untuk kita lalui bersama di tempatmu. Aku sadar, informasi tentang zaman sulit atau bahkan tak ditemukan di sana.

Zaman, pernahkah kau merasa ingin diketahui oleh tempat-tempat terpencil di sana, di mana hidup, nafas hanya bermakna bagaimana perut kenyang dan bagaimana lauti hari tanpa kebosanan. Sungguh mereka sangat merindukanmu, ingin berjalan sejajar denganmu, tetapi apalah daya mereka. Kemajuan bagi mereka hanya sebatas pada keluhan, impian yang jauh dari kenyataan. Engkau begitu luas, beraneka ragam, sedang mereka hanya bisa merasakan kulitmu semata. Itu pun tak kau tawarkan, tetapi dengan berat hati mereka berangan-angan seperti itu. Hanya sebatas angan-angan di mana kepahitan lebih mendominasi pikiran mereka, di mana otot lebih diandalkan daripada otak.

Dunia tak berhenti berputar walau sekejap. Langit pun jadi saksi kegundahan mereka. Pepohonan pun sudi jadi sahabat. Sungai beserta penghuninya tetap berdendang ria berpacu menuju muara. Tempat perhentian, di mana pandangan sejauh mata memandang. Ah.. Cakrawala, kembali kau buai diriku dengan kekagumanku untuk menikmatimu. Aku tak bosan-bosan menyebutmu sejauh mata memandang, karena padamu  sang penikmat harus merasa kecil, tak berguna karena tak bisa menjangkau apa yang dipandangi oleh mata. Di sana, engkau lahirkan kedamaian bagi mereka yang mencapai muara dengan susah payah dan lahirkan kegalauan bagi mereka yang merindukan kehidupan di hulu.

Sungguh tragis kenyataan harus seperti itu. Manusia memang tak pernah puas dengan apa yang ada dan manusia sungguh misterius untuk bisa dinilai. Selalu ada warna baru dalam kehidupan ini. Tak selamanya bahagia dan tak selamanya menderita.

12 comments

Reply Delete

"Selalu ada warna baru dalam kehidupan ini. Tak selamanya bahagia dan tak selamanya menderita.."

like this..itulah warna warni hidup..:D

oia, pulauku, pulaumu, pulau kita, tentu Pulau Sulawesi..
hahahaha :))

Reply Delete

Manusia sungguh misterius untuk di nilai...

Reply Delete

Nafas hanya bermakna, bagaimana perut kenyang..!!
I like this sentence

Reply Delete

menilai manusia itu susah...pulauku pulaumu pulau kita semua..mari kita jaga..

Reply Delete

view nya persis sama dengan salah satu pantai di aceh, pasir putih namanya. Tempatnya bagus. Bersih pula. Kalau nanti ke aceh, harus main-main kesana ya sam :D

Reply Delete

Wah...kirain Pulau mana sob. Ternyata pulau daerah Madura hehe... :) Kehidupan adalah tantangan, masa lalu adalah cerita, masa depan adalah misteri. Happy blogging sob. :D

Reply Delete

Saya juga suka kalimat itu..:D... Oh iyaaa yaaa... Pulaumu pulauku pulau kita pulau sulawesi, kampung kitaaaaa semua tentunyaaa... :))

Reply Delete

Saya juga suka kalimat itu :D .... keep writingg yaaaa....

Reply Delete

Saya juga suka kalimat itu :D .... Keep writing yaaa...

Reply Delete

Susah berarti ga bisa kan, walaupun harus sesempurna pikiran kita tentang sempurna dalam kamus kita?? :) ... hehehe setujuu, mari kita jaga dan lestarikan pulau kitaa semuaa... terutama pulau kapuk yang terbentuk di pagi hari (air liur yang mengendap)... :))

Reply Delete

Ada yaa view yang sama, entarlah kalau ada waktu yang kebetulan, semoga bisa main ke sana... siap menampung tamu nyasar kan?? :D ... Padahal pulau ini pulau yang hampir ga kelihatan sama sekali di peta Indonesia, letaknya kira-kira di atas pulau Bali, tapi masuk wilayah Madura. Pohon bakau-nya itu yang bikin berkesan, berjejer teratur sepanjang garis pantai... :)

Reply Delete

Hooh.. di sebelah timurnya, tapi di peta kayanya hanya berupa titik...

Post a Comment

˙˙˙buıɥʇǝɯos ʎɐs